Probiotik, bagaimana perannya?


Gambar di atas hanya sebagai ilustrasi, sebenarnya ada banyak sekali jenis probiotik yang sudah beredar. Probiotik merupakan bakteri baik di dalam mukosa usus yang berperan dalam membantu proses metabolisme usus dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Seluruh tubuh kita dilapisi oleh lapisan mukosa, yang sebenarnya merupakan pintu masuk sebagian besar patogen ke dalam sistem tubuh kita secara alamiah. Sistem kekebalan mukosa inilah yang membedakan seseorang memiliki sistem imun yang baik atau tidak.

Mengulas sedikit mengenai mukosa, mukosa terdiri dari beberapa lapisan (layer) atau yang sering disebut sebagai sawar mukosa (mucosal barrier). Pada sawar mukosa ini terdiri dari banyak sel, dan antara sel-sel akan diikat oleh protein-protein yang membentuk tight junction menjadi rapat dan sulit  untuk ditembus oleh patogen.

Ada berbagai macam tight junction yang membuat sel-sel epitel terikat satu dengan yang lainnya. Pada Mucosal-Associated Lymphoid Tissue (MALT) di mana >70% terletak di saluran cerna yang jika terinduksi pada folikel limfoid (Payer's Patches) akan disalurkan melalui nodus limfaticus mesenterika, lalu masuk ke peredaran darah dan mengalir ke seluruh mukosa pada sistem tubuh, antara lain Nasal-Associated Lymphoid Tissue (NALT), Bronchus-Associated Lymphoid Tissue (BALT), Gut-Associated Lymphoid Tissue (GALT).

Probiotik sudah dikenal sejak lama, salah satunya diperkenalkan oleh Prof. Ellie Metchnikoff yang pertama kali menerbitkan tulisan mengenai probiotik, yang pada masa itu beliau mengamati sekelompok orang-orang yang mengkonsumsi makanan terfermentasi ternyata memiliki usia hidup yang lebih panjang. Namun ketika itu probiotik masih disebut dengan 'kuman-kuman baik'.

Saat ini sudah banyak penelitian mengenai peran probiotik bagi imunitas, bahkan muncul penelitian-penelitian baru mengenai paraprobiotik dan postbiotik, disamping prebiotik dan probiotik.

Penelitian menunjukkan pada kelompok yang menggunakan probiotik Lactobacillus plantarum terjadi restore dati tight junction secara nyata dan bermakna. Pada pengamatan irisan histologis, yang telah mendapat probiotik juga nampak mukosa dengan penampakan yang lebih baik.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan pada kelompok yang mendapat probiotik  L.plantarum dapat mengaktivasi sel punca (stem cell) intestinal dalam mengatasi inflamasi dan terutama ketika digunakan sebagai agen profilaksis.

Selain itu, pemberian probiotik juga dapat memberikan efek protektif terhadap mukosa yang terpajan lipopolisakarida atau patogen. Ada penelitian juga pada probiotik L.plantarum yang menstimulasi 'the gut-brain axis' dan berpotensi meningkatkan fungsi serta perkembangan otak.

Namun demikian, ulasan singkat di atas masih perlu dieksplorasi kembali mengenai bukti-bukti klinis terkait peran probiotik pada imunitas tubuh.

------------------------------------------------------------------------------ 😀

Sumber:
IDAI
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6635306/
https://en.wikipedia.org/wiki/%C3%89lie_Metchnikoff



Comments

Popular posts from this blog

Universe's well said

Freewriting One

Semoga