Skrining Talasemia
Hari Talasemia Sedunia diperingati pada tanggal 8 Mei 2021 lalu.
Talasemia saat ini menjadi konsentrasi pemerintah dalam upaya mewujudkan zero kelahiran Talasemia Mayor dan untuk meningkatkan peringkat Human Capital Index bagi Negara Indonesia.
Berdasarkan data World Bank tahun 2018, Indonesia menduduki posisi yang masih tergolong rendah.
Human Capital Index (HCI) sendiri merupakan parameter internasional yang menjadi tolak ukur komponen utama modal manusia di berbagai negara. HCI menunjukkan bagaimana hasil kesehatan dan pendidikan saat ini membentuk produktivitas generasi pekerja berikutnya, serta memfokuskan pentingnya pemerintah dan masyarakat untuk berinvestasi pada sumber daya manusia.
Kembali kepada Talasemia.
Talasemia termasuk dalam golongan Anemia Hipokromik-Mikrositik, anemia jenis ini sebenarnya disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah defisiensi iron (besi), dan juga kondisi Talasemia itu sendiri.
Talasemia Mayor akan berdampak pada hampir seluruh sistem organ tubuh seseorang. Klasifikasi Talasemia terbagi menjadi Talasemia Alfa dan Talasemia Beta.
Secara patologi klinis, pada talasemia akan ditemukan Inclusion body, Heinz body, dan Howell-Jolly Body yang akan memberikan karakteristik tertentu pada klinis penderita talasemia.
Pada Talasemia Beta terdapat ekses rantai alfa (excess alpha-chains) dan pada Talasemia Alfa terdapat ekses rantai beta yang mana kondisi klinisnya lebih berat.
Melihat kondisi tersebut, maka saat ini sudah dimulai skrining rutin semua wanita hamil yaitu dengan pemeriksaan darah perifer lengkap sejak kunjungan pertama kali ke dokter kandungan.
Melalui hasil DPL tersebut dilihat apakah ada karakteristik ke arah Anemia Hipokromik-Mikrositik yaitu MCV rendah (< 80 fl) dan MCH rendah (< 27 pg), serta pemeriksaan Feritin Serum.
Jika kadar feritin serum > 12 ng/mL, pasien segera dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Hb Elektroforesis.
Pada pasien yang diduga seorang pembawa sifat talasemia (Thalassemia Trait) maka pasien tersebut juga harus memeriksakan suaminya, untuk melihat apakah memiliki pola yang sama.
Berikut beberapa literatur algoritma terkait talasemia:





Comments
Post a Comment