Bagaimana Cara Memberikan Stimulasi untuk Perkembangan Anak Usia 0-12 Bulan?


Usia 0-3 bulan

Motorik Kasar:
* Mengangkat kepala setinggi 45⁰
1. Letakkan bayi pada posisi telungkup
2. Gerakkan sebuah mainan berwarna cerah atau buat suara-suara gembira di depan bayi sehingga ia akan belajar mengangkat kepalanya
3. Secara berangsur-angsur ia akan menggunakan kedua lengannya untuk mengangkat kepala dan dadanya

*Menahan kepala tetap tegak
Gendong bayi dalam posisi tegak agar ia dapat belajar menahan kepalanya tetap tegak

*Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah
1. Berguling: letakkan mainan berwarna cerah di dekat bayi agar ia dapat melihat dan tertarik pada mainan tersebut
2. Kemudian pindahkan benda tersebut ke sisi lain dengan perlahan
3. Awalnya, bayi perlu dibantu dengan cara menyilangkan paha bayi agar badannya ikut bergerak miring sehingga memudahkan bayi berguling

Motorik Halus:
*Melihat dan menatap wajah kita
1. Melihat, meraih, dan menendang mainan gantung: gantungkan mainan/benda pada tali di atas bayi dengan jarak 30 cm atau sekitar 2 jengkal tangan orang dewasa
2. Bayi akan tertarik dan melihat sehingga menggerakkan tangan dan kakinya sebagai reaksi
3. Pastikan benda tersebut tidak bisa dimasukkan ke mulut bayi dan tidak akan terlepas dari ikatannya

*Meraba dan memegang benda
1. Letakkan mainan/benda kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi, atau sentuhkan benda tersebut pada punggung jari-jarinya
2. Amati cara ia memegang benda tersebut
3. Hal tersebut berhubungan dengan suatu gerak reflek, meraba, dan merasakan berbagai bentuk
4. Semakin bertambah umur bayi, ia akan semakin mampu memegang benda-benda kecil dengan ujung jarinya (menjepit)
5. Jaga agar benda itu tidak melukai bayi atau tertelan dan membuatnya tersedak

Bicara dan Bahasa:
*Merespon dengan bersuara dan tersenyum
1. Mengajak bayi tersenyum
2. Berbicara: setiap hari bicara dengan bayi dengan bahasa ibu sesering mungkin menggunakan setiap kesempatan seperti waktu memandikan bayi, mengenakan pakaiannya, menyusui, di tempat tidur, ketika kita sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan sebagainya
3. Mengenali berbagai suara: ajak bayi mendengarkan berbagai suara seperti suara orang, binatang, radio, dan sebagainya. Bayi tidak mendengar dan melihat TV sampai usia 2 tahun
4. Tirukan ocehan bayi sesering mungkin agar terjadi komunikasi dan interaksi

Sosialisasi Kemandirian:
*Mengenal orang terdekat melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, dan kontak
1. Memberi rasa aman dan kasih sayang: sesering mungkin peluk dan belai bayi, bicara kepada bayi dengan nada lembut dan halus, serta penuh kasih sayang. Sesering mungkin ajak bayi dalam kegiatan kita. Ketika bayi rewel, cari sebabnya, dan atasi masalahnya

2. Menina-bobokan: ketika menidurkan bayi, bersenandunglah dengan nada lembut dan penuh kasih sayang, ayun perlahan sampai bayi tertidur

3. Meniru ocehan dan mimik muka bayi: perhatikan apa yang dilakukan oleh bayi, kemudian tirukan ocehan dan mimik mukanya. Selanjutnya bayi akan menirukan anda

4. Mengayun bayi: untuk menenangkan bayi, ayunkan bayi sambil bernyanyi dan penuh kasih sayang

5. Mengajak bayi tersenyum: sesering mungkin ajak bayi tersenyum dan tatap mata bayi. Balas tersenyum setiap kali bayi tersenyum kepada kita. Buat suara-suara yang menyenangkan dan berbicara dengan bayi sambil tersenyum

6. Mengajak bayi mengamati benda-benda dan keadaan sekitarnya: gendong bayi berkeliling sambil memperhatikan atau menunjuk benda yang menari. Sangga bayi pada posisi tegak menghadap ke depan sehingga ia dapat melihat apa yang terjadi di sekitarnya


Usia 3-6 bulan

Motorik Kasar:

*Berbalik dari telentang ke telungkup dan sebaliknya: stimulasi perlu dilanjutnkan dari berguling dan menahan kepada tetap tegak

*Mengangkat kepala setinggi 90⁰
1. Menyangga berat badan: angkat badan bayi melalui bawah ketiaknya ke posisi berdiri
2. Perlahan-lahan turunkan badan bayi hingga kedua kaki menyentuh meja, tempat tidur, atau pangkuan kita
3. Coba agar bayi mau mengayunkan badannya dengan gerakan naik turun serta menyangga sebagian berat badannya dengan kedua kaki bayi

*Mempertahankan posisi kepada tetap tegak dan stabil
1. Mengembangkan kontrol terhadap kepala: latih bayi agar otot-otot lehernya kuat. Letakkan bayi pada posisi telentang. Pegang kedua pergelangan tangan bayi, tarik bayi perlahan-lahan ke arah kita, hingga badan bayi terangkat ke posisi setengah duduk. Jika bayi belum dapat mengontrol kepalanya (kepala bayi tidak ikut terangkat), jangan lakukan latihan ini. Tunggu sampai otot-otot leher bayi lebih kuat

2. Bantu bayi agar bisa duduk sendiri: mula-mula bayi didudukkan di kursi dengan sandaran agar tidak jatuh ke belakang. Ketika bayi dalam posisi duduk, beri mainan kecil ditangannya. Jika bayi belum bisa duduk tegak, dudukkan bayi di lantai yang beralaskan selimut, tanpa sandaran atau penyangga

Motorik Halus:
*Menggenggam jari orang lain
lanjutkan stimulasi:
1. melihat, meraih, dan menendang mainan gantung
2. memperhatikan benda bergerak
3. melihat benda-benda kecil
4. meraba dan merasakan berbagai bentuk permukaan

*Meraih benda yang ada dalam jangkauannya
Memegang benda dengan kuat: letakkan sebuah mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi. Setelah bayi menggenggam mainan tersebut, tarik pelan-pelan untuk melatih bayi memegang benda dengan kuat

*Memegang tangannya sendiri
Memegang benda dengan kedua tangan: letakkan sebuah benda atau mainan ditangan bayi dan perhatikan apakah ia akan memindahkan benda tersebut ke tangan lainnya. Usahakan agar tangan bayi kiri dan kanan, masing-masing memegang benda pada waktu yang sama. Mula-mula bayi dibantu, letakkan mainan di satu tangan dan kemudian usahakan agar bayi mau mengambil mainan lainnya dengan tangan yang paling sering digunakan.

*Menengok ke kanan dan kiri serta ke atas dan bawah
Mengambil benda-benda kecil: letakkan benda kecil seperti potongan-potongan biskuit di hadapan bayi. Ajari bayi mengambil benda-benda tersebut. Jika bayi telah mampu melakukan hal ini, jauhkan pil atau obat atau benda kecil yang berisiko berhaya lainnya dari jangkauan bayi

*Berusaha memperluas pandangan dan mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
1. Jatuhkan sebuah kancing atau benda kecil lainnya yang berwarna terang di depan anak ke permukaan putih seperti kertas putih dengan jarak yang mudah dijangkau oleh anak
2. Gendong anak dengan menghadap ke depan dan bawa ke taman atau halaman rumah

Bicara dan Bahasa:
*Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik
1. Melanjutkan stimulasi: bicara, meniru suara-suara, dan mengenali berbagai suara

2. Mencari sumber suara: latih bayi agar menengok ke arah sumber suara. Arahkan mukanya ke arah sumber suara, mula-mula muka bayi dipegang dan dipalingkan perlahan-lahan ke arah sumber suara atau bayi dibawa mendekati sumber suara

3. Menirukan kata-kata: ketika berbicara dengan bayi, ulangi beberapa kata berkali-kali dan usahakan agar bayi menirukannya. Yang paling mudah ditirukan oleh bayi adalah kata yang menggunakan huruf vocal dan gerakan bibir: 'papa, mama, baba'

Sosialisasi Kemandirian:
*Tersenyum ketika melihat mainan atau gambar yang menarik
1. Melanjutkan stimulasi: 
- memberi rasa aman dan kasih sayang
- mengajak bayi tersenyum
- mangamati
- mengayun
- menina-bobokan

2. Bermain "ciluuk-baa"

3. Tutup wajah sampai tertutup semua bagian wajah kita dan buka secara tiba-tiba untuk dilihat bayi. Cara lain adalah mengintip bayi dari balik pintu atau tempat tidurnya

4. Melihat dirinya di kaca: pada umur ini, bayi senang melihat dirinya di cermin. Bawalah bayi melihat dirinya di cermin yang tidak mudah pecah.

5. Berusaha meraih mainan: letakkan sebuah mainan sedikit di luar jangkaun bayi. Gerakkan mainan itu di depan bayi sambil bicara kepadanya agar ia berusaha untuk mendapatkan mainan tersebut. Jangan terlalu lama membiarkan bayi berusaha meraih mainan tersebut, agak anak merasa berhasil

Usia 6-9 bulan

Motorik Kasar:
*Duduk sendiri dengan kedua tangan menyangga
Melanjutkan stimulasi:
- menyangga
- mengembangkan kontrol terhadap kepala
- dudul

*Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian
1. Menarik ke posisi berdiri: dudukkan bayi di tempat tidur, kemudian tarik bayi ke posisi berdiri. Selanjutnya lakukan hal tersebut di atas meja, kursi atau tempat lainnya

2. Berjalan: ketika bayi telah mampu berdiri, letakkan mainan yang disukainya di depan bayi dan jangan terlalu jauh. Buat agar bayi mau berjalan berpegangan pada ranjangnya atau perabot rumah tangga untuk mencapai mainan tersebut. Pegang kedua tangan bayi dan buat agar ia mau melangkah

*Merangkak, meraih mainan atau mendekati seseorang
Stimulasi merangkak: letakkan sebuah mainan di luar jangkauan bayi, usahakan agar ia mau merangkak ke arah mainan dengan menggunakan kedua tangan dan lututnya

Motorik Halus:
*Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan sebelahnya
1. Melanjutkan stimulasi:
- memegang benda dengan kuat
- memegang benda dengan kedua tangannya
- mengambil benda-benda kecil

2. Bermain genderang: ambil kaleng kosong bekas, bagian atasnya ditutup dengan plastik/kertas tebal seperti "genderang". Tunjukkan cara memukul "genderang" dengan sendok atau centong kayu sehingga menimbulkan suara

3. Memegang alat tulis dan mencoret-coret: sediakan krayon atau pensil berwarna dan kertas bekas di atas meja. Dudukkan bayi dipangkuan kita, bantu bayi agar dapat memegang krayon atau pensil dan ajarkan cara mencoret-coret kertas

4. Bermain mainan yang mengapung di air: buat mainan dari karton bekas atau kotak atau gelas plastik tertutup yang mengapung di air. Biarkan bayi main dengan mainan tersebut ketika mandi. Jangan biarkan bayi sendirian ketika mandi atau main di air

5. Menyembunyikan dan mencari mainan: sembunyikan mainan atau benda yang disukai bayi dengan cara ditutup selimut atau koran, sebagian saja. Tunjukkan ke bayi cara menemukan mainan tersebut yaitu dengan cara mengangkat selimut atau koran itu. Setelah bayi mengerti permainan ini, maka tutup mainan tersebut dengan selimut atau koran lagi dan biarkan ia mencari mainan itu sendiri

*Memungut dua benda tiap masing-masing tangan
*Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup

1. Memasukkan benda ke dalam wadah: ajari bayi cara memasukkan mainan atau benda kecil ke dalam suatu wadah yang dibuat dari karton atau kaleng atau botol air mineral bekas. Setelah bayi memasukkan benda-benda tersebut ke dalam wadah, ajari cara mengeluarkan benda tersebut dan memasukkannya kembali. Pastikan benda-benda tersebut tidak berbahya, seperti: jangan terlalu kecil karena akan berisiko tertelan dan tersedak

2. Membuat bunyi-bunyian: tangan kanan dan kiri bayi masing-masing memegang mainan yang tidak dapat pecah (kubu atau balok atau kecil). Bantu agar bayi membuat bunyi-bunyian dengan cara memukul-mukul kedua benda tersebut

Bicara dan Bahasa:
*Bersuara tanpa arti 'bababa, mamama, dadada, tatata'

1. Melanjutkan stimulasi:
- berbicara
- mengenali berbagai suara
- mencari sumber suara
- menirukan kata-kata

2. Menyebutkan nama gambar-gambar di buku atau majalah: pilih gambar-gambar menarik yang berwarna-warni (gambar binatang, kendaraan, meja, gelas, dll) dari buku atau majalah yang sudah tidak terpakai. Sebut nama gambar yang kita tunjukkan kepada bayi. Lakukan stimulasi ini setiap hari dalam beberapa menit saja. Sebutkan dengan cara yang benar sesuai ejaan dan tidak cadel

3. Menunjukkan dan menyebutkan nama gambar-gambar: tempelkan berbagai macam guntingan gambar yang menarik dan berwarna-warni (gambar binatang, mainan, alat rumah tangga, bunga, buah, kendaraan, dll) pada sebuah buku tulis atau buku gambar. Ajak bayi melihat gambar-gambar tersebut, bantu ia menunjuk gambar yang namanya kita sebutkan. Usahakan bayi mau mengulangi kata-kata kita. Lakukan stimulasi setiap hari dalam beberapa menit saja

Sosialisai Kemandirian:
Tahapan perkembangan:
- mencari mainan atau benda yang dijatuhkan
- bermain tepuk tangan atau cikuk-baa
- makan kue sendiri

Stimulasi:
1. Melanjutkan stimulasi:
- memberi rasa aman dan sayang
- mengajak bayi tersenyum
- mengayun
- menina-bobokan
- bermain ciluk-baa
- melihat di kaca

2. Permainan bersosialisasi: ajak bayi bermain dengan orang lain. Ketika ayah pergi lambaikan tangan ke bayi sambil berkata "daa... dah", bantu bayi dengan gerakan membalas melambaikan tangannya. Setelah ia mengerti permainan tersebut, coba agar bayi mau menggerakkan tangannya sendiri ketika mengucapkan kata-kata seperti di atas 

Usia 9-12 bulan

Motorik Kasar:
Tahapan perkembangan:
- mengangkat badannya pada posisi berdiri
- belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan pada kursi atau meja
- dapat berjalan dengan dituntun

Stimulasi yang perlu dilanjutkan:
- merangkak
- berdiri
- berjalan sambil berpegangan
- berjalan dengan bantuan

Motorik Halus:
Tahapan perkembangan:
- memasukkan benda ke mulut
- menggenggam erat pensil

Stimulasi perkembangan:
1. Melanjutkan stimulasi:
- memasukkan benda ke dalam wadah
- bermain dengan mainan yang mengapung di air

2. Menyusun balok atau kotak: ajari bayi menyusun beberapa balok atau kotak besar yang terbuat dari karton atau potongan kayu bekas. Benda lain yang bisa dipakai adalah beberapa kaleng kecil (kosong) atau mainan anak berbentuk kubus atau balok

3. Menggambar: letakkan krayon atau pensil berwarna dan kertas di meja. Ajak bayi "menggambar" dengan krayon atau pensil warna. Kegiatan menggambar ini dapat dilakukan bersamaan dengan saat kita mengerjakan tugas rumah tangga

4. Bermain di dapur: biarkan bayi bermain di dapur ketika kita sedang memasak. Pilih lokasi yang jauh dari kompor dan letakkan sebuah kotak tempat menyimpan mainan alat memasak dari plastik atau benda-benda yang ada di dapur seperti gelas, mangkuk, sendok, tutup gelas dari plastik

Bicara dan Bahasa:
Tahapan perkembangan:
- mengulang atau menirukan bunyi yang didengar
- menyebutkan 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
- bereaksi terhadap suara yang perlahan atau bisikan

Stimulasi perkembangan:
1. Melanjutkan stimulasi:
- berbicara
- menjawab pertanyaan
- menyebutkan nama, gambar-gambar di buku atau masalah

2. Menirukan kata-kata: setiap hari bicara kepada bayi. Sebutkan kata-kata yang telah diketahui artinya, seperti: minum susu, mandi, tidur, kue, makan, kucing, dll. Buat agar bayi mau menirukan kata-kata tersebut. Bila bayi mau mengatakan, puji ia, kemudian sebutkan kata itu lagi dan buat agar ia mau mengulanginya

3. Berbicara dengan boneka: beli sebuah boneka atau buat boneka mainan dari sarung tangan atau kaos kaki yang digambari dengan pena menyerupai bentuk wajah. Berpura-pura bahwa boneka itu yang berbicara kepada bayi dan buat agar bayi mau berbicara kembali dengan boneka tersebut

4. Bersenandung dan bernyanyi: nyanyikan lagu dan bacakan syair anak kepada bayi sesering mungkin

Sosialisasi Kemandirian:
Tahapan perkembangan:
- mengulurkan lengan atau badan untuk meraih mainan yang diinginkan
- senang diajak bermain ciluk-baa
- mengenal anggota kelluarga, takut pada orang yang belum dikenal
- mengeksplorasi sekitar, ingin tahu, dan ingin menyentuh apa saja

Stimulasi perkembangan:
1. Ajari bayi untuk mengambil sendiri mainan yang letaknya agak jauh dengan cara meraih, menarik ataupun mendorong badannya supaya dekat dengan mainan tersebut. Letakkan mainan yang bertali agak jauh, ajari bayi cara menarik tali untuk mendapatkan mainan tersebut. Simpan mainan bertali tersebut jika kita tidak dapat mengawasi bayi

2. Pegang sapu tangan atau kain atau kertas untuk menutup wajah kita dari pandangan bayi, kemudian singkirkan penutup wajah dari hadapan bayi dan katakan "ciluk-baa" ketika bayi dapat melihat wajah kita kembali

3. Ajak bayi bermain dengan orang lain dan ketika anggota keluarga lain pergi, lambaikan tangan ke bayi sambil berkata "daa...dah", bantu bayi membalas lambaian permainan "bersosialisasi" dengan lingkungan

Comments

Popular posts from this blog

Universe's well said

Freewriting One

Semoga