Stimulasi untuk Perkembangan Anak Usia 12-36 Bulan

 Usia 12-18 bulan

Motorik Kasar:
Tahapan perkembangan:
- berdiri sendiri tanpa berpegangan
- berjalan mundur 5 langkah
- membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali

Stimulasi:
1. Berdiri sendiri tanpa berpegangan: lanjutkan stimulasi bermain bola dan berjalan sendiri

2. Berjalan mundur 5 langkah: bila anak sudah jalan tanpa berpegangan, ajari anak cara melangkah. Berikan mainan yang bisa ditarik karena anak akan mengambil langkah mundur untuk dapat memperhatikan mainan itu.

3. Menarik mainan: bila anak sudah jalan tanpa berpegangan, berikan mainan yang bisa ditarik ketika anak berjalan. Umumnya anak senang mainan yang bersuara.

4. Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali.

5. Berjalan naik dan turun: bila anak sudah bisa merangkak naik dan melangkah turun tangga, ajari anak cara jalan naik tangga sambil berpegangan pada dinding atau berpegangan tangan. Tetap bersama anak ketika  ia melakukan hal ini untuk pertama kalinya.

6. Berjalan sambil berjinjit: tunjukkan kepada anak cara berjalan sambil berjinjit. Buat agar anak mau mengikuti kita berjinjit di sekeliling ruangan.

7. Menangkap dan melempar: tunjukkan kepada anak cara melempar sebuah bola besar, kemudian cara menangkap bola tersebut. Bila anak bisa melempar bola ukuran besar, ajari anak melempar bola yang ukurannya lebih kecil.

Motorik Halus:
*Menumpuk 2 susun kubus

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi:
- memasukkan benda ke dalam wadah
- bermain dengan mainan yang mengapung di air
- menggambar
- menyusun kubus dan mainan
- memasukkan kubus di kotak

2. Permainan balok: beli atau buat balok-balok kecil dari kayu dengan ukuran sekitar 2,5 cm x 2,5 cm. Ajari anak cara menyusun balok menumpuk ke atas tanpa menjatuhkannya.

3. Memasukkan dan mengeluarkan benda: ajari anak cara memasukkan benda-benda ke dalam wadah seperti kotak, pot bunga, botol, dan lainnya. Tunjukkan bagaimana mengeluarkannya dari wadah. Ajari anak bermain memasukkan dan mengeluarkan benda-benda tersebut.

4. Memasukkan benda yang satu ke benda lainnya: sediakan mangkuk atau kotak plastik dari berbagai ukuran. Tunjukkan kepada anak cara meletakkan mangkuk yang ukurannya lebih kecil ke mangkuk lebih besar. Buat agar anak mau melakukannya sendiri. Pilih benda-benda yang tidak pecah.

Bicara dan Bahasa:
*Memanggil ayah dengan kata "papa", memanggil ibu dengan kata "mama"

Stimulasi:
1. Melanjutkan stimulasi: 
- berbicara
- menjawab pertanyaan
- menunjuk dan menyebutkan gambar-gambar

2. Membuat suara: buat suara dari kaleng kue, kerincingan atau kayu pegangan sapu. Ajak anak membuat suara dari barang yang dipilihnya misalnya memukul-mukul dendok ke kaleng, menggoyang-goyang kerincingan atau potongan kayu untuk menciptakan 'musik'.

Sosialisasi Kemandirian:
Tahapan perkembangan:
1. Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu
2. Memperlihatkan rasa cemburu atau bersaing

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi:
- memberi rasa aman dan kasih
- mengayun
- menina-bobokan
- permainan "ciluk-baa"
- permainan "bersosialisasi"

2. Menirukan pekerjaan rumah tangga: ketika kita sedang membersihkan rumah, menyapu, dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya, ajak anak untuk menirukannya. Berikan kepadanya lap pembersih debu, sapu, dan lain-lain.

3. Melepas pakaian: tunjukkan kepada anak cara melepas pakaiannya. Mula-mula bantu anak dengan cara membukakan kancing bajunya, melepas sepatunya, atau menarik kaus atau blus melewati kepala anak.

4. Makan sendiri: tunjukkan kepada anak cara memegang sendok. Biarkan anak makan dan bantu dan bantu jika anak mengalami kesulitan.

5. Merawat boneka: beri anak boneka plastik atau karet yang bisa dicuci. Ajari anak cara menggendong, memberi makan, menyayangi, meninabobokkan dan memandikan boneka itu.

6. Sering bawa anak ke tempat-tempat umum seperti: kebun binatang, pusat perbelanjaan, terminal bis, museum, stasiun kereta api, lapangan terbang, taman, tempat bermain dan sebagainya. Bicarakan mengenai benda-benda yang kita lihat.

Usia 18-24 bulan

Motorik Kasar:
*Berdiri sendiri tanpa berpegangan 30 detik

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi: dorong agar anak mau berlari, berjalan dengan berjinjit, bermain di air, menendang, melempar, dan menangkap bola besar serta berjalan naik turun tangga.

2. Berjalan tanpa terhuyung-huyung.

3. Melatih keseimbangan tubuh: ajari anak cara berdiri dengan satu kaki secara bergantian. Ia mungkin perlu berpegangan kepada kita atau kursi ketika ia melakukan untuk pertama kalinya. Usahakan agar anak menjadi terbiasa dan dapat berdiri dengan keseimbangan dalam waktu yang lebih lama setiap kali ia mengulangi permainan ini.

4. Mendorong mainan dengan kaki: biarkan anak mencoba mainan yang perlu didorong dengan kakinya agar mainan itu dapat bergerak maju.

Motorik Halus:
Tahapan perkembangan:
- menumpuk 4 buah balok atau kubus
- memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
- menggelindingkan bola ke arah sasaran

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi:
- dorong agar anak mau bermain balok, memasukkan benda yang satu ke dalam benda lainnya
- menggambar dengan crayon, spidol, pensil berwarna
- menggambar pakai tangan

2. Mengenal berbagai ukuran dan bentuk: buat lubang-lubang dengan ukuran dan bentuk yang berbeda pada sebuah tutup kotak atau kardus. Beri anak mainan atau benda yang bisa dimasukkan lewat lubang-lubang itu.

3. Bermain puzzle: beri anak permainan puzzle sederhana, yang hanya terdiri dari 2-3 potong saja. Puzzle semacam ini dapat dibuat sendiri dari sepotong karton yang diberi gambar, kemudian dipotong-potong menjadi 2-3 bagian.

4. Menggambar wajah atau bentuk: tunjukkan kepada anak cara menggambar bentuk seperti garis, bulatan, dan lainnya menggunakan spidol, krayon, atau lainnya. Ajarkan juga cara menggambar wajah.

5. Membuat berbagai bentuk dari adonan kue atau lilin mainan: beri anak adonan kue atau lilin yang bisa dibentuk. Ajari bagaimana cara membuat berbagai bentuk.

Bicara dan Bahasa:

*Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi: 
- bernyanyi, bercerita, dan membaca sajak sambil mengajak anak agar ikut serta
- bicara banyak-banyak kepada anak, gunakan kalimat-kalimat pendek, jelas dan mudah ditiru anak
- setiap hari anak dibacakan buku
- dorong agar anak mau menceritakan hal-hal yang dilakukan dan dilihatnya

2. Melihat acara televisi: biarkan anak melihat acara anak-anak di televisi. Dampingi anak dan bicarakan apa yang dilihatnya. Pilih acara yang bermutu dan sesuai dengan perkembangan anak dan batasi agar anak melihat televisi tidak lebih dari 1 jam sehari

3. Mengerjakan perintah sederhana mulai memberi perintah kepada "tolong bawakan kaus kaki meah" atau "letakkan cangkir kamu di meja ya". Tunjukkan kepada anak cara mengerjakan perintah tadi, gunakan kata-kata yang sederhana

4. Bercerita tentang apa yang dilihatnya: perlihatkan sering-sering buku dan majalah bergambar kepada anak. Usahakan agar anak mau menceritakan apa yang dilihatnya. Usahakan agar anak mau menceritakan apa yabg dilihatnya

Sosialisasi Kemandirian:

Tahapan perkembangan:
- memegang cangkir sendiri, belajar makan-minum sendiri
- bertepuk tangan, melambai-lambai
- membantu atau menirukan pekerjaan rumah tangga
- mengetahui jenis kelamin diri sendiri perempuan atau laki-laki

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi:
- ajak anak mengunjungi tempat bermain kebun binatang, lapangan terbang, museum dan lain-lain
- bujuk dan tenangkan anak ketika rewel
- usahakan agar anak mau melepas pakaiannya sendiri (tanpa harus dibantu), membereskan mainannya, dan membantu kegiatan rumah tangga yang ringan
- ajari ia makan sendiri dengan memakai sendok dan garpu, serta ajak ia makan bersama keluarga

2. Mengancingkan kancing baju: beri anak pakaian atau mainan yang mempunyai bush kancing atau kancing tarik. Ajari anak cara mengancingkan kancing tersebut

3. Permainan yang memerlukan interaksi dengan teman bermain: usahakan agar anak bermain dengan teman sebaya misalnya bermain petak umpet. Dengan bermain seperti ini, anak akan belajar bagaimana mengikuti aturan permainan dan giliran bermain dengan teman-temannya.

4. Membuat rumah-rumahan: ajak anak membuat rumah-rumahan dari kotak besar atau kardus. Potong kardus itu untuk membuat jendela dan pintu rumah.

5. Berpakaian: biarkan anak memakai pakaiannya sendiri sejauh yang dapat dilakukannya. Setelah belajar lebih banyak mengenal hal ini, berangsur-angsur ia akan mau melakukan sendiri tanpa dibantu.

6. Mulai diperkenalkan tentang jenis kelamin anak, baik saat memandikan anak atau memakaikan pakaian. Gunakan kata sederhana dan dengan intonasi datar.

Usia 24-36 bulan

Motorik Kasar:
Tahapan perkembangan:
- naik tangga sendiri
- dapat bermain dan menendang bola kecil

Stimulasi:
1. Dorong anak agar mau memanjat, berlari, melompat, melatih keseimbangan badan dan bermain bola

2. Latihan mengadapi ajak anak bermain 'ualr naga'. merangkak di kolong meja, berjinjit, mengelilingi kursi, melompat di atas bantal dan lain-lain

3. Usahakan agar anak melompat jauh dengan kedua kakinya bersamaan. Letakkan sebuah hantuk tua di lantai, ajari anak melompatinya. Atau buat garis di tanah dengan sebuah tongkat atau di lantai dengan sebuah kapur tulis, sebagai batas lompatan.

4. Melempar dan menangkap: tunjukkan kepada anak cara melempar sebuah bola besar ke arah kita. Kemudian lemparkan kembali bola itu kepada anak sehingga ia dapat menangkapnya.

Motorik Halus:
*Mencoret-coret pensil pada kertas

Stimulasi:

1. Dorong agar naka mau bermain puzzle, balok-balok, memasukkan benda yang satu ke dalam benda lainnya, dan menggambar

2. Membuat gambar: bantu anak memotong gambar-gambar dari majalan tua dengan gunting khusus anak. Dengan lem kertas atau karton atau membuat gambar tempelan. Bicarakan dengan anak tentang apa yang sedang dibuatnya

3. Memilih dan mengelompokkan benda-benda menurut jenis: berikan kepada anak bermacam-macam benda misalnya uang logam, jenis kancing, benda berbagai warna, dll. Minta anak memilih dan mengelompokkan benda-benda itu menurut jenisnya. Mulai dengan 2 jenis benda yang berlainan, kemudian sedikit demi sedikit tambahkan jenisnya

4. Mencocokkan gambar dan benda: tunjukkan kepada anak cara mencocokkan gambar bola dengan sebuah bola. Bicarakan mengenai bentuknya, fungsi, dan sebagainya

5. Konsep jumlah: tunjukkan kepada anak cara mengelompokkan benda dalam jumlah satu, dua, tiga dan katakan kepada anak berapa jumlah benda dalam satu kelompok dan bantu ia menghitungnya. Misalnya seperti, ini ada 3 biji kacang, mari kita hitung ya satu, dua, tiga

6. Bermain atau menyusun balok-balok: beli atau buat satu set balok mainan. Anak akan bermain dengan balok-balok tersebut selama bertahun-tahun. Bila anak makin besar, kita dapat menambah jumlahnya

Bicara dan Bahasa:
Tahapan perkembangan:
- bicara dengan baik, menggunakan 2 kata
- dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta
- melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih
- membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta

Stimulasi perkembangan:

1. Bicara dengan baik: gunakan ejaan bahasa yang baik dan benar, tidak cadel, menggunakan 2 kata

2. Bacakan buku cerita anak: buat agar anak melihat kita membaca buku. Hal ini mengandung pesan penting manfaat membaca buku cerita dengan tulisan dan gambar yang besar-besar supaya menarik minatnya. Ketika selesai membacakan, orang tua dapat mengajukan pertanyaan 5W+1H; who (siapa tokohnya), what (apa yang terjadi), when (kapan terjadinya), where (di mana terjadinya), why (mengapa bisa terjadi), how (bagaimana bisa terjadi). Tujuannya adalah melatih anak untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis.

3. Dorong agar anak mau bercerita tentang apa yang dilihatnya baik dari buku maupun ketika jalan-jalan

4. Bantu anak dalam memilih acara televisi dan dampingi anak ketika menontonnya. Batasi wakti menonton maksimal 1 jam sehari

5. Acara atau berita di televisi terkadang menakutkan. Jelaskan pada anak, apakah hal itu nyata atau tidak

6. Menyebutkan nama lengkap anak: sebut nama lengkap anak dan minta anak mengulanginya

7. Bercerita tentang diri anak. Anak senang mendengar cerita tentang dirinya. Ceritakan kembali kejadian-kejadian lucu dan menarik yang dialami anak

8. Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih

9. Menyebut nama berbagai jenis: ketika mengenakan pakaian anak, sebut nama jenis pakaian tersebut (kemeja, celana, kaos, celana, rok, dsb). Minta anak mengambil pakaian yang anak sebutkan sambil menyebutkan kembali jenisnya

10. Menyatakan keadaan suatu benda: ketika mengajak anak bicara, gunakan ungkapan yang menyatakan keadaan suatu benda, misalnya 'pakai kemeja yang merah', 'bolamu yang kuning ada di bawah meja', 'mobil-mobilan yang biru itu ada di dalam laci', dan sebagainya

Sosialisasi dan Kemandirian
Tahapan perkembangan:
- makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah
- melepas pakaiannya sendiri

Stimulasi:

1. Melatih buang air kecil dan buang air besar di kamar mandi: ajari anak untuk memberitahu kita bila ingin BAK/BAB. Dampingi anak saat BAK/BAB dan beritahu cara membersihkan diri dan menyiram kotoran

2. Ajari anak berpakaian sendiri tanpa bantuan: beri kesempatan anak memilih sendiri pakaian yang akan dikenakannya

3. Bujuk dan tenangkan ketika anak kecewa dnegan cara memeluk dan berbicara kepadanya

4. Sering ajak anak pergi ke luar mengunjungi tempat bermain, toko, kebun binatang, atau tempat lainnya

5. Ajak anak membersihkan tubuhnya ketika kotor kemudian mengelapnya dengan bantuan kita sesedikit mungkin. Demikian juga dalam berpakaian dan melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan

6. Berdandan: biarkan anak berdandan mengenakan pakaian dewasa. Beri anak beberapa topi anak-anak, rok, celana, kemeja, sepatu dsb., Biarkan anak memilih sendiri mana yang akan dipakainya

Comments

Popular posts from this blog

Universe's well said

Freewriting One

Semoga