Stimulasi untuk Perkembangan Anak Usia 36-72 bulan

 Usia 36-48 bulan

Motorik Kasar:
Tahapan perkembangan
- berdiri 1 kaki selama 2 (dua) detik
- melompat kedua kaki diangkat
- mengayuh sepeda roda tiga

Stimulasi:
1. Melanjutkan stimulasi: anak berlari, melompat, berdiri di atas satu kaki, memanjat, bermain bola, mengendarai sepeda roda tiga

2. Melompat: tunjukkan pada anak cara melompat dengan satu kaki. Bila anak sudah bisa melompat dengan satu kaki, tunjukkan cara melompat melintas ruangan, mula-mula dengan satu kaki, kemudian bergantian dengan kaki yang lainnya

3. Menangkap bola: ajak anak menangkap bola, gunakan bola sebesar bola tenis. Sekali-kali bola dilempar ke arah anak, minta anak menangkapnya, kemudian melempar kembali ke arah kita

4. Berjalan mengikuti garis lurus: di halaman rumah, letakkan papan sempit, atau buat garis lurus dengan tali rafia atau gambar garis dengan kapur atau susun batu bata memanjang. Tunjukkan pada anak cara berjalan di atas media tersebut dengan merentangkan kedua lengan untuk menjaga keseimbangan tubuh

5. Melempar benda-benda kecil ke atas: ajari anak melempar benda-benda kecil ke atas atau menjatuhkan kerikil ke dalam kaleng. Gunakan benda-benda yang tidak berbahaya

6. Menirukan binatang berjalan: tunjukkan pada anak cara binatang berjalan, misalnya kucing atau anjing berjalan dengan kedua kaki dan tanga. Ajak anak ke kebun binatang dan tirukan gerak gerik binatang

7. Lampu hijau-merah: minta anak berdiri di hadapan kita. Ketika kita mengatakan 'lampu hijau' minta anak berjalan jinjit ke arah kita dan minta anak berhenti ketika kita mengatakan 'lampu merah'. Lanjutkan mengatakan 'lampu hijau' dan 'lampu merah' secara bergantian sampai anak tiba tepat dihadapan kita. Selanjutnya giliran anak untuk mengataka 'lampu hijau' dan 'lampu merah' secara bergantian ketika kita berjinjit menuju ke arah depan

Motorik Halus:
Tahapan perkembangan:
- menggambar garis lurus
- menumpuk 8 susun kubus

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi:
- bermain puzzle yang lebih sulit
- menyusun balok-balok
- menggambar bentuk yang lebih sulit
- bermain mencocokkan gambar dnegan benda sesungguhnya
- mengelompokkan benda menurut jenisnya

2. Menggambar atau menulis: beri anak selembar kertas dan pensil. Ajari anak menggambar garis lurus, bulatan, segi empat, serta menulis huruf dan angka. Kemudian buat pagar, rumah, matahari, bulan, huruf, angka, bentuk sederhana lainnua dan juga ajari anak menulis namanya

3. Memotong: beri anak gunting, tunjukkan cara menggunting. Berilah gambar yang besar untuk latihan menggunting

4. Membuat buku cerita gambar tempel: ajak anak membuat buku cerita gambar tempel. Gunting gambar dari majalah yang lama atau brosur, tunjukkan pada anak cara menyusun guntingan gambar tersebut sehingga menjadi suatu cerita menarik. Minta anak menempel guntingan gambar tersebut pada kertas dan di bawah gambar tersebut tulis narasi pendek ceritanya

5. Menempel gambar: bantu anak menemukan gambar foto menarik dari majalah, potongan kertas, dan sebagainya. Minta anak menempel gambar tersebut pada karton atau kertas tebal. Gantung gambar itu di kamar anak

6. Menjahit: gunting sebuah gambar dari majalah, tempel pada selembar karton. Buat lubang-lubang disekeliling gambar tersebut. Ambil tali rafia dan simpulkan salah satu ujungnya. Kemudian, ajari anak cara 'menjahit' sekeliling gambar, tali rafia dimasukkan ke lubang-lubang tersebut satu persatu

7. Menghitung: letakkan sejumlah kacang pada mangkok atau kaleng. Ajari anak menghitung kacang dan letakkan kacang tersebut di tempat lainnya. Mula-mula anak belum bisa menghitung lebih dari dua atau tiga. Bantu anak menghitung jika mengalami kesulitan

8. Menggambar dengan jari: ajak anak menggambar dengan cat memakai jari-jarinya di selembar kertas besar. Buat agar ia mau memakai kedua tangannya dan membuat bulatan besar atau bentuk-bentuk lainnya

9. Cat air: beri anak cat air, kuas, dan selembar kertas. Ceritakan bagaimana warna-warna bercampur ketika anak mulai menggunakan cat air itu

10. Mencampur warna: campur air ke warna merah, biru, dan kuning dari cat air. Beri anak potongan sedotan, ajari anak untuk meneteskan warna-warna itu pada selembar kertas. Ceritakan bagaimana warna-warna bercampur membentuk warna lain

11. Membuat gambar tempel: gunting kertas berwarna menjadi segitiga, segi empat, lingkara. Jelaskan mengenai perbedaan bentuk tersebut. Minta anak membuat gambar dengan cara menempelkan potongan-potongan berbagai bentuk di selembar kertas

Bicara dan Bahasa:
Tahapan perkembangan:
- menyebut nama, umur, dan tempat
- mengenal 2-4 warna
- mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
- mendengarkan cerita

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi:
- membaca buku cerita
- menyanyikan lagu dan membacakan sajak
- buat anak mau untuk bercerita tentang dirinya, menyatakan perasaannya, menjelaskan sesuatu, mengerti waktu
- mendampingi anak memilih dan menonton acara televisi

2. Bercerita mengenai dirinya: buat agar anak mau bercerita mengenai dirinya, hobinya, atau mengenal diri kita. Kita dapat bercerita tentang sesuatu dan kemudian minta anak menyelesaikan cerita itu

3. Mengenal huruf: gunting huruf besar menurut alfabet dari majalan atau koran, tempel pada karton. Kita dapat juga menulis huruf besar dengan spidol. Tunjukkan pada anak dan sebutkan satu persatu, kemudian minta anak mengulanginya

4. Berbicara dengan anak: buat anak mengajukan berbagai pertanyaan. Jawab pertanyaan tersebut dengan kata-kata sederhana, gunakan lebih dari satu kata

5. Album fotoku: tempelkan foto anak di buku anak. Minta anak menceritakan apa yang terjadi di dalam fotonya itu. Tulis di bawah foto tersebut apa yang diceritakan anak 

Sosialisasi Kemandirian
Tahapan perkembangan:
- mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
- bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
- mengenakan sepatu sendiri
- mengenakan celana panjang, kemeja, baju
- mengetahui anggota tubuh yang tidak boleh disentuh atau dipegang orang lain kecuali oleh orang tua dan dokter

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi:
- bujuk dan tenangkan ketika anak kecewa dengan cara memeluk dan bicara kepadanya
- buat anak mau mengutarakan perasaannya
- ajak anak makan bersama keluarga
- sering ajak anak ke tempat umum seperti taman, kebun binatang, perpustakaan, dll
- bermain dengan anak, buat anak mau melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan

2. Mencuci tangan dan kaki: tunjukkan pada anak cara memakai sabun dan membasuh dengan air ketika mencuci tangan dan kakinya. Setelah berhasil, ajari ia untuk mandi sendiri

3. Ajari anak 4 bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan dipegang orang lain kecuali oleh orang tua dan dokter, yaitu: mulut, dada, sela paha, dan pantat. Ajarkan kepada anak untuk tidak mau diajak orang lain tanpa diketahui oleh orang tua

4. Makan pakai sendok garpu: bantu anak makan pakai sendok dan garpu dengan baik

5. Mengancingkan kancing tarik: bila anak sudah bisa mengancingkan kancing besar, coba dengan kancing yang lebih kecil. Ajari anak cara menutup dan membuka kancing tarik dibajunya

6. Memasak: biarkan anak membantu memasak seperti mengukur dan menimbang menggunakan timbangan masak, membubuhkan sesuatu, mengaduk, memotong kue, dsb. Bicara pada anak apa yang sedang dilakukan bersama-sama tersebut

7. Mementukan batasan: pada usia ini, sebagai bagian dari proses tumbuh kembangnya, anak-anak mulai mengenal batasan dan peraturan. Bantu anak dalam membuat keputusan dengan cara menentukan batasannya dan menawarkan pilihan. Misalnya "Kamu bisa memilih antara dua hal; dibacakan cerita atau bermain sebelum tidur. Kamu tidak boleh memilih keduanya."

Usia 48-60 bulan

Motorik Kasar:
Tahapan perkembangan:
- berdiri satu kaki selama 6 detik
- melompat-lompat satu kaki

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi:
- anak berlari, melompat, berdiri di atas satu kaki, memanjat
- bermain bola, lompat jauh, jalan di atas papan sempit/ permainan keseimbangan tubuh, berayun-ayun

2. Lomba karung: ambil karung atau kain sarung yang cukup lebar untuk menutup bagian bawah tubuh dan kedua kaki anak. Tunjukkan pada anak dan teman-temannya cara memakai karung dan melompat-lompat, siapa yang paling cepat sampai garis tujuan

3. Main engklek: gambar kotak-kotak permainan engklek di lantai. Ajari anak dan teman-temannya cara bermain engklek

4. Melompat tali: pada waktu bermain dengan teman sebayanya, tunjuk dua anak untuk memegang tali rafia atau tali karet sepanjang 1 meter, atur jarak dari tanah, jangan terlalu tinggi. Tunjukkan kepada anak cara melompat tali dan bermain "katak melompat"

Motorik Halus:
Tahapan perkembangan:
- menari
- menggambar tanda silang
- menggambar lingkaran
- menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
- mengancing baju atau pakaian boneka

Stimulasi:

1. Ajari anak bermain puzzle, menggambar, menghitung, memilih dan mengelompokkan, memotong, dan menempel. Ajak anak membuat buku kegiatan keluarga dengan mengumpulkan foto atau gambar anggota keluarga, benda-benda dari berbagai tempat yang pernah dikunjungi anak, dan sebagainya

2. Menggambar: ketika anak sedang menggambar, minta anak melengkapi gambar tersebut, misalnya menggambar baju pada gambar orang, menggambar pohon, bunga, matahari, pagar pada rumah, dan sebagainya

3. Mencocokkan dan menghitung: bila anak sudah bisa berhitung dan kenal angka, buat 1 set kartu yang ditulisi angka 1-10. Letakkan jartu itu berurutan di atas meja. Minta anak menghitung benda-benda kecil yang ada di rumah seperti kacang, batu kerikil, biji sawo dan lainnya, sejumlah angka yang tertera pada kartu. Kemudian letakkan benda-benda tersebut di dekat kartu angka yang cocok

4. Menggunting: bila anak sudah bisa memakai gunting tumpul, ajari anak menggunting kertas yang sudah dilipat-lipat, membuat suatu bentuk seperti rumbai-rumbai, orang, binatang, mobil dan sebagainya

5. Membandingkan besar/ kecil, banyak/ sedikit, berat/ ringan: ajak anak bermain menyusun 3 buah piring berbeda ukuran atau 3 gelas diisi air. Minta anak menyusun piring/ gelas tersebut dari ukuran kecil/ jumlah sedikit ke besar/ banyak atau dari ringan ke berat. Bila anak dapat menyusun ketiga benda itu, tambah jumlahnya menjadi 4 atau lebih

6. Percobaan ilmiah: sediakan 3 gelas isi air. Pada gelas pertama tambahkan 1 sendok teh gula pasir dan bantu anak ketika mengaduk gula tersebut. Pada gelas kedua masukkan gabus dan pada gelas ketiga masukkan kelereng. Bicarakan mengenai hasilnya ketika anak melakukan percobaan ini

7. Berkebun: ajak anak menanam biji kacang tanah/ kacang hijau di kaleng atau gelas plastik bekas yang telah diisi tanah. Bantu anak menyirami tanaman tesebut setiap hari. Ajak anak memperhatikan pertumbuhannya dari hari ke hari. Bicarakan mengenai bagaimana tanaman, binatang, dan anak-anak bertumbuh atau bertambah besar

Bicara dan Bahasa:
Tahapan perkembangan:
- menyebut nama lengkap tanpa dibantu
- senang menyebut kata-kata baru
- senang bertanya tentang sesuatu
- menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
- bicaranya mudah dimengerti
- bisa membandingkan atau membedakan sesutu dari ukuran dan bentuknnya
- menyebut angka, menghitung jari
- menyebut nama-nama hari

Stimulasi:

1. Buku kegiatan keluarga: ajak anak membuat buku kegiatan keluarga dengan mengumpulkan foto atau gambar anggota keluarga, benda-benda dari berbagai tempat yang pernah dikunjungi anak, dan sebagainya

2. Mengenal huruf dan simbol: tulis nama benda-benda yang ada di ruangan pada sepotong kertas kecil. Kemudian tempel kertas tersebut pada setiap benda, misalnya: tulisan meja pada meja, tulisan buku, bunga, bantal dan sebagainya. Minta anak menyebutkan tulisan di kertas tersebut. Ajari anak mengenali tanda-tanda di sepanjang jalan

3. Belajar mengingat-ingat: masukkan sejumlah benda kecil atau mainan anak ke sebuah kantung. Minta anak memperhatikan kita ketika kita mengambil 3-4 macam benda kecil atau dari kantung tersebut. Letakkan di atas meja dan minta anak menyebut nama benda atau mainan satu persatu. Kemudian, minta anak menutup matanya, dan ambil salah satu benda tadi. Tanyakan kepada anak benda apa yang hilang. Bila ia sudah menguasai permainan ini, tambahkan jumlah benda yang diletakkan di meja

4. Melengkapi kalimat: buat kalimat pernyataan mengenai apa yang kita dan anak lakukan bersama dan minta anak menyelesaikannya. Misalnya, setelah mengajak anak ke kebun binatang: "Kemarin kamu pergi ke ....." atau setelah mengajak anak makan mie bakso: "Makanan kesukaan adik adalah ....."

5. Bercerita "ketika saya masiih keci": anak senang mendengar cerita tentang masa kecil orang tuanya dan senang bercerita tentang masa kecil anak. Ceritakan kepada anak masa kecil kita dan selanjutnya minta anak menceritakan masa kecilnya

6. Mengenal angka: bantu anak mengenali angka dan berhitung. Ajak anak bermain kartu, gunakan kartu angka 2-10

7. Buat anak mau bertanya dan bercerita tentang apa yang dilihat dan didengarnya

8. Dorong ajak sering melihat kita membaca buku'

9. Bantu anak dalam memilih acara televisi, batasi waktu menonton TV maksima 2 jam. Dampingi anak selama menonton TV dan jelaskan kejadian baik atau buruk. Ingat bahwa acara dan berita televisi dapat berpengaruh buruk pada anak

10. Mengenal musim: bantu anak mengenal musim hujan dan kemarau. Bicarakan apa yang terjadi pada kedua musim itu, pengaruhnya terhadap tanaman, binatang, dan alam sekitarnya

11. Membantu pekerjaan di dapur: katakan pada anak bahwa kita mengangkatnya sebagai "asisten" kita. Minta anak membantu memotong sayuran, menyiapkan, dan membersihkan meja makan, dan lainnya. Buat agar anak mau menjelaskan apa yang sedang dilakukannya. Katakan betapa menyenangkan dapat membantu sesama dan mengerjakan sesuatu dengan baik

Sosialisasi Kemandirian:
Tahapan perkembangan:
- berpakaian sendiri tanpa dibantu
- bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu

Stimulasi:

1. Berikan tugas rutin pada anak dalam kegiatan di rumah, ajak anak membantu kita di dapur dan makan bersama keluarga

2. Buat agar anak bermain dengan teman sebayanya

3. Ajak anak berbicara tentang apa yang dirasakan anak

4. Bersama-sama anak buatlah rencana jalan-jalan sesering mungkin

5. Membentuk kemandirian: beri kesempatan pada anak untuk mengunjungi tetangga dekat, teman atau saudara tanpa ditemani kita. Selanjutnya minta anak bercerita tentang kunjungannya itu

6. Mengikuti atau permainan atau petunjuk: ajak anak bermain sekaligus belajar mengikuti aturan atau petunjuk permainan. Pada awal permainan beri perintah kepada anak, misalnya "berjalan 3 langkah besar ke depan atau berjalan mundur 5 langkah. Setiap kali akan menjalankan perintah itu, minta anak mengatakan: "bolehkan saya memulainya?" Setelah anak bisa memainkan permainan ini, bergantian anak yang memberikan perintah dan kita yang mengatakan "bolehkah saya memulainya"

7. Membuat "album" keluarga: bantu anak membuat album keluarga yang ditempeli dengan foto-foto anggota keluarga. Tulis nama setiap orang di bawah fotonya

8. Membuat "boneka": tunjukkan cara membuat "boneka" dari kertas. Gambar bagian muka dengan spidol. Agar dapat berdiri tegak, pasang lidi sebagai "rangka atau badan" boneka. Atau buat "boneka" dari kaos kaki bekas. Gambar mata, hidung, dan mulut. Gerakkan jari-jari tangan kita seolah-olah boneka itu dapat berbicara. Buat agar anak mau bermain dengan temannya selain bermain sendiri

9. Menggambar orang: tunjukkan pada anak cara menggambar orang pada selembar kertas. Jelaskan ketika kita menggambar mata, hidung, bibir, dan baju

10. Bermain kreatif dengan teman-temannya: undang ke rumah 2-3 anak sebayanya. Ajari anak-anak permainan dengan bernyanyi, membuat boneka dari kertas atau kaos kaki bekas dan kemudian memainkannya. Minta anak mau menirukan tingkah laku binatang seperti yang dilihatnya di kebun binatang

11. Bermain "berjualan dan berbelanja di toko": kumpulkan benda-benda yang ada di rumah seperti sepatu, sendal, buku, mainan, majalah, dan sebagainya untuk bermain "belanja di toko". Tulis harga setiap benda pada secarik kertas kecil. Buat "uang kertas" dari potongan kertas dan "uang logam" dari kancing atau tutup botol. Kemudian minta anak berperan sebagai pemilik toko, kita dan anak lain berpura-pura membeli benda-benda itu dengan "uang kertas" dan "uang logam" itu. Selanjutnya secara bergantian anak-anak menjadi pembeli dan pemilik toko 

Usia 60-72 bulan

Motorik Kasar:
Tahapan perkembangan:
- berjalan lurus
- berdiri dengan satu kaki selama 11 detik

Stimulasi:

1. Dorong anak dan temannya main bola, permainan menjaga keseimbangan tubuh, berlari, lompat dengan satu kaki, lompat jauh dan sebagainya

2. Ajari anak naik sepeda atau bermain sepatu roda: beritahu anak hal-hal untuk keamanannya. Bila anak sudah bisa naik sepeda atau main sepatu roda dan mengerti dan mematuhi peraturan untuk keselamatan dan keamanan, beri anak kesempatan naik sepeda atau main sepatu roda agak jauh dari rumah

Motorik Halus:
Tahapan perkembangan:
Menggambar dengan 6 bagian tubuh, menggambar orang lengkap

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi:
- bantu anak menulis namanya, kata-kata pendek, angka-angka, ajak anak bermain "berhitung"
- buat anak mau menggambar, berhitung, memilih, menglompokkan, menggunting, bermain puzzle, dan lainnya

2. Mengerti urutan kegiatan: bantu anak mengerti urutan kegiatan dalam mengerjakan sesuatu. Misalnya, mencuci tangan, menyiapkan makanan, dan sebagainya. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan, beritahu anak langkah-langkah secara berurutan

3. Berlatih mengingat-ingat: bila anak sudah mengenal angka 1-6, tulis setiap angka tersebut pada potongan kertas kecil. Ajak anak melihat setiap tulisan angka tersebut, kemudian letakkan terbalik. Minta anak menunjuk kertas dan menyebutkan angkanya. Bila anak sudah menguasai permainan ini, tambahkan jumlah potongan kertas bertuliskan angka

4. Membuat sesuatu dari tanah liat atau lilin: sediakan tanah liat atau lilin mainan, bantu anak membuat binatang, gelas, mangkok dan sebagainya. Bicarakan tentang apa yang dibuatnya, puji anak atas hasil karyanya, dan letakkan di tempat khusus agar terlihat oleh anggota keluarga lain

5. Bermain berjualan: anak-anak seumur ini senang bermain "berjualan". Kumpulkan hasil kebun seperti buku, mainan, dll. Gunakan benda-benda tersebut untuk berjualan dengan teman-temannya

6. Belajar bertukang memakai palu dan gergaji: anak-anak seumur ini dapat belajar bertukang. Sediakan peralatan yang diperlukan seperti pali, gergaji, paku dan kayu serta benda yang akan dipakukan ke kayu seperti tutup botol, gambar atau potongan kain. Di bawah bimbingan dan pengawasan kita, ajarkan anak cara meletakkan benda di kayu, memegang paku, dan menggunakan palu

7. Mengumpulkan benda-benda: buat agar anak mempunyai hobi tertentu seperti mengumpulkan perangko, mainan binatang, tutup botol, batu-batu indah dan lainnya. Bantu anak menghitung benda yang dikumpulkan dan menyusun dengan rapi. Bicarakan dengan anak apa yang sedang dilakukan bersama

8. Belajar memasak: ajak anak memasak sebuah resep kue sederhana. Bicarakan tentang menimbang dan mengukur bahan-bahan serta mengaduk adonan. Setelah selesai memasak, minta anak membantu mencuci alat masak yang kotor

9. Mengenal karakter: letakkan sebuah kalender di kamar anak. Bantu anak mengenal bulan, minggu, dan hari. Minta anak menandai tanggal-tanggal penting di kalender dan ajak anak menghitung jumlah hari (minggu atau bulan) untuk sampai pada tanggal itu

10. Mengenal waktu: buat "jam" dari kertas atau karton dengan dua buah jarum penunjuk. Letakkan jarum penunjuk pada waktu makan siang, waktu makan malam, dan waktu lainnya yang berarti bagi anak. Mulai dengan yang mudah misalnya angka 12 waktu makan siang, angka 6 waktu makan malam. Setelah anak mengerti, ajari yang lebih sulit, misalnya jam 12.30 atau jam 6.30

11. Menggambar dari berbagai sudut pandang: ajari anak menggambar benda dari berbagai sudut pandang, misalnya: gambar kaleng dari depan atau dari atas

12. Belajar mengukur: bila anak sudah mengenal angka, ajari anak mengukur panjang lebar suatu benda menggunakan penggaris atau pita ukur. Tulis hasil pengukuran pada secarik kertas, bicarakan mana yang lebih lebar atau yang lebih panjang

Bicara dan Bahasa:
Tahapan perkembangan:
- mengerti lawan kata
- mengenal warna-warni
- mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih
- mengenal angka, bisa menghitung angka 5-10

Stimulasi:

1. Melanjutkan stimulasi:
- teruskan berlangganan majalah anak atau meminjam buku-buku anak dari taman bacaan atau perpustakaan. Buat agar anak sering melihat kita sedang membaca buku
- sering-sering membaca buku, kemudian diskusikan. Setelah selesai membaca sebuah cerita pendek, tanya pada anak beberapa pertanyaan

2. Mengenal benda yang serupa dan berbeda: bantu anak mengenal benda yang serupa dan yang berbeda. Tanya pada anak perbedaan radio-televisi, kursi-bangku, pisau-garpu, bunga-pohon, cermin-kaca jendela. Tanyaan persamaannya sepeda atau sepeda roda tiga, kapal atau kapal terbang, panci atau dandang, dll

3. Bermain tebak-tebakan: minta anak menebak atau menyebutkan nama benda yang ada didekatnya, setelah anda menjelaskan tanda-tanda benda tersebut. Misalnya: sedang duduk di meja makan, didekatnya ada keranjang buah apel hijau kesukaan ayah. Ajukan pertanyaan berikut: coba tebak, benda apakah ini? Bentukknya bulat seperti bola kasti, berwarna hijau, dapat dimakan, dan ayah suka sekali dengan benda tersebut. Diharapkan anak bisa menjawab "apel". Mula-mula kita perlu membantu anak

4. Berlatih mengingat-ingat: sediakan benda-benda yang diperlukan. Ajak anak bermain, mula-mula katakan: "kita isi keranjang ini dengan barang-barangmu, dilihat dan diingat ya, apa saja yang dimasukkan ke dalam keranjang ini. Nah ini .... mu." Minta anak mengulangi menyebut nama benda tersebut. Kemudian giliran anak untuk menyebutkan nama benda dan memasukkannya ke keranjang. Secara bergantian memasukkan, tambahkan 1-2 jenis benda lagi. Minta anak menyebutkan nama-nama benda tersebut, mula-mula jangan terlalu banyak. Bila anak selalu dilatih, maka berangsur-angsur anak dapat mengingat nama-nama benda semakin banyak

5. Menjawab pertanyaan "mengapa"?: ajari anak menjawab pertanyaan dengan "mengapa"? misalnya "mengapa rumah memiliki atap?", "mengapa kita menyikat gigi?", "mengapa kita makan?", "mengapa mobil memiliki roda?", dan seterusnya. Bantu anak menjawab pertanyaan tersebut

6. Mengenal rambu atau tanda lalu lintas: ajari anak mengenal tanda atau rambu lalu lintas, misalnya tanda 'dilarang parkir', 'dilarang stop', 'jalan berliku-liku', 'jalan satu arah', 'silakan belok', 'tanda kereta api lewat', dan sebagainya

7. Mengenal uang logam: ajari anak mengenal berbagai jenis uang logam. Mulai dengan mengajak anak memilih uang logam Rp 100. Selanjutnya, ajari anak membedakan uang logam dengan nilai rupiah yang berbeda. Minta anak mengelompokkan berapa uang logam dan menyebutkan nilainya. Mengamati atau meneliti keadaan sekitarnya. Pada umur ini, anak-anak sering bertanya. Tulis beberapa pertanyaan di selembar kertas dan bacakan kepada anak, kemudian minta ia menjawabnya. Contoh pertanyaan: "Berapa buah lampu yang ada di rumah ini?", "Berapa banyak binatang piaraanmu?", dan seterusnya

Sosialisasi Kemandirian:
Tahap perkembangan:
- mengungkapkan simpati
- mengikuti aturan permainan
- berpakaian sendiri tanpa dibantu

Stimulasi:
1. Melanjutkan stimulasi:
- dorong anak berpakaian sendiri, menyimpan mainannya tanpa bantuan kita, dan membantu kegiatan di rumah seperti memasak, bersih-bersih rumah dan sebagainya
- ajak anak berbicara tentang apa yang dirasakan anak, libatkan anak dalam acara makan sekeluarga
- rencanakan kegiatan anak di luar sesering mungkin, beri anak kesempatan mengunjungi tetangga, teman dan saudara tanpa ditemani kita
- beri anak kesempatan memilih acara televisi yang ingin dilihat, tetapi kita tetap membantu memilihkan acara. Batasi waktu menonton televisi tidak lebih dari 2 jam sehari. Lihat dan bicarakan beberapa acara yang dilihat dan didengar bersama

2. Berkomunikasi dengan anak: luangkan waktu setiap hari untuk bercakap-cakap dengan dengan anak. Dengarkan ketika anak berbicara dan tunjukkan bahwa kita mengerti pembicaraan anak dengan mengulangi apa yang dikatakannya. Pada saat ini, jangan menggurui, memarahi, menyalahkan atau mencaci anak

3. Berteman dan bergaul: pada umur ini anak-anak senang sekali bergaul dan membutuhkan teman sebaya untuk bermain. Bantu dan beri anak kesempatan berkumpul dengan teman-temannya. Ajari anak dalam memakai kata-kata yang tepat ketika menyampaikan maksudnya kepada teman-temannya. Buat agar anak memakai kata-kata dalam memecahkan masalah dan bukannya dengan memukul atau mendorong

4. Mematuhi peraturan keluarga: buat persetujuan dengan suami atau isteri mengenai peraturan keluarga. Sertakan anak pada "pertemuan" keluarga ketika membicarakan peraturan tersebut. Adakan pertemuan keluarga secara rutin untuk membicarakan acara keluarga secara berkala minggu ini atau minggu depan, rencana jalan-jalan atau ketika menentukan waktu anak mandi sore, ibadah, dan sebagainya. Beri peringatan atau teguran atau penjelasan ketika anak tidak mematuhi peraturan. Hindari penggunaan kekerasan atau hukuman badan atau kalimat cacian

Comments

Popular posts from this blog

Universe's well said

Freewriting One

Semoga